TIPOGRAFI
v PENGERTIAN TIPOGRAFI
Dikenal pula seni tipografi, yaitu karya atau desain yang menggunakan pengaturan huruf sebagai elemen utama. Dalam seni tipografi, pengertian huruf sebagai lambang bunyi bisa diabaikan.
v SEJARAH
TIPOGRAFI
Bentuk tipografi tersebut akhirnya berkembang sampai di Kreta, lalu menjalar ke Yunani dan akhirnya menyebar keseluruh Eropa.
Puncak perkembangan tipografi, terjadi kurang lebih pada abad 8 SM di Roma saat orang Romawi mulai membentuk kekuasaannya. Karena bangsa Romawi tidak memiliki sistem tulisan sendiri, mereka mempelajari sistem tulisan Etruska yang merupakan penduduk asli Italia serta menyempurnakannya sehingga terbentuk huruf-huruf Romawi.
Saat ini tipografi mengalami perkembangan dari fase penciptaan dengan tangan hingga mengalami komputerisasi. Fase komputerisasi membuat penggunaan tipografi menjadi lebih mudah dan dalam waktu yang lebih cepat dengan jenis pilihan huruf yang ratusan jumlahnya.
v KLASIFIKASI RUPA HURUF
- Roman, pada awalnya adalah kumpulan huruf kapital seperti yang biasa ditemui di pilar dan prasasti Romawi, namun kemudian definisinya berkembang menjadi seluruh huruf yang mempunyai ciri tegak dan didominasi garis lurus kaku.
- Serif, dengan ciri memiliki siripan di ujungnya. Selain membantu keterbacaan, siripan juga memudahkan saat huruf diukir ke batu.
Contoh
penggunaan huruf bersirip di nisan Johanna Christine, Museum Taman Prasasti
- Egyptian, atau populer dengan sebutan slab serif. Cirinya adalah kaki/sirip/serif yang berbentuk persegi seperti papan dengan ketebalan yang sama atau hampir sama. Kesan yang ditimbulkan adalah kokoh, kuat, kekar dan stabil.
Salah
satu contoh huruf slab serif di nisan Thomas de Souza, di pintu masuk Museum
Taman Prasasti
- Sans Serif, dengan ciri tanpa sirip/serif, dan memiliki ketebalan huruf yang sama atau hampir sama. Kesan yang ditimbulkan oleh huruf jenis ini adalah modern, kontemporer dan efisien.
- Script, merupakan goresan tangan yang dikerjakan dengan pena, kuas atau pensil tajam dan biasanya miring ke kanan. Kesan yang ditimbulkannya adalah sifast pribadi dan akrab.
- Miscellaneous, merupakan pengembangan dari bentuk-bentuk yang sudah ada. Ditambah hiasan dan ornamen, atau garis-garis dekoratif. Kesan yang dimiliki adalah dekoratif dan ornamental.
v PERKEMBANGAN HURUF
·
Huruf merupakan salah satu indikator
pembeda antara masa awal sejarah dan prasejarah. Perkembangan huruf dimulai sejak SM, awalnya manusia
menggunakan gambar untuk berkomunikasi. Bangsa Afrika dan Eropa mengawali pada
tahun 3500-4000 SM dengan membuat lukisan di dinding gua.
·
Sekitar tahun 3100 SM, bangsa
Mesir menggunakan piktogram sebagai
simbol yang menggambarkan objek. Komunikasi terus berkembang dari piktogram menjadi ideograf, yaitu simbol yang
merepresentasikan gagasan yang lebih kompleks serta konsep abstrak lain.
·
Sistem alfabet pertama yaitu Phoenician diperkenalkan pada tahun 1300
SM. Alfabet ini terdiri dari 23 simbol
yang sangat sederhana dan terbatas hanya sebagai perwakilan unsur bunyi.
Kemudian bangsa Yunani mengadaptasi sistem alfabet
ini ke dalam struktur anatomi huruf
yang lebih teratur dengan menerapkan unsur geometris. Pengembangan terpenting
adalah penerapan pola membaca dari arah kiri ke kanan.
·
Istilah alfabet berasal dari singkatan 2 huruf
pertama dalam sistem alfabet Yunani
yaitu ‘alfa’ dan ‘beta’. Sistem alfabet
kemudian terus berkembang hingga bangsa Romawi menyempurnakan dalam bentuk yang
kita kenal dan kita gunakan sekarang.
·
ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ
·
Huruf Roman atau yang sering kita sebut
sebagai huruf latin memiliki jumlah 26 huruf yang diterapkan sejak abad
pertengahan dan digunakan sebagai alfabet
dalam bahasa Inggris kontemporer.
Sumber :http://jurnalmagangshasa.wordpress.com/2013/05/27/huruf-dan-perkembangan-huruf/
PENGUKURAN DALAM TYPOGRAFI
1. Relative Measurement
Tiga dasar sistem pengukuran Relative Measurement dalam tipografi
adalah: point (biasa disingkat dengan pt), pica (dibaca: paika), dan unit.
Point digunakan untuk mengukur tinggi huruf, sedangkan pica digunakan untuk
mengukur panjang baris. Pengukuran dari lebar persatuan huruf serta jarak antar
huruf dihitung dengan satuan unit.
Perhitungan unit hanya digunakan dalam proses yang menggunakan teknologi phototypesetting dan digital composition – teknologi yang digunakan untuk pengetikan dan pencetakan huruf agar dapat mendapatkan hasil cetak yang tajam dan presisi. Pada tahun 1737, Pierre Fournier, seorang pembuat huruf (type founder) dari Paris menemukan sistem pengukuran huruf dalam satuan point.

Sistem pengukuran huruf yang lain diperkenalkan 40 tahun kemudian oleh Francois Ambroise Didot dari Perancis. Acuan yang dipakai sekarang adalah sistem Anglo-Saxon dengan perhitungan 72 pt setara dengan 1 inch atau 2,539 cm. Sistem pengukuran tipografi tersebut berawal dari teknik cetak movable type yang pada perkembangan berikutnya diciptakan standarisasi pengukuran dan satuannya
2. Spacing Measurement

Didalam Spacing measurement ini digunakan satuan pengukuran, yaitu :
Kerning
Pengukuran jarak antar huruf (kerning) dalam phototypesetting dan digital composition dihitung dengan sistem unit. Sistem ini tidak memiliki acuan pengukuran yang tetap, dalam pengertian bahwa unit memiliki nilai yang berbeda-beda tergantung kepada sistem yang digunakan. Em berupa kotak seukuran besarnya huruf, kemudian bila kotak ini dibagi menjadi beberapa segmen yang sama besar, maka setiap segmen ini disebut sebagai unit. Sebuah huruf ‘U’ dapat memiliki lebar 12 unit, sementara huruf ‘t’ dapat memiliki lebar 12 unit, sementara huruf ‘t’ dapat memiliki lebar 6 unit.

Leading
Pengukuran jarak antarbaris (leading) dihitung dengan menggunakan satuan point. Teknik tradisional memakai lembaran metal yang disisipkan di antara baris. Lembaran metal ini memiliki ketebalan yang beragam.

Tracking
Pengukuran jarak antar huruf dalam satu kata, kalimat atau tulisan tertentu.

Baseline Shift
Sebuah baseline shift digunakan untuk mengukur jarak antara huruf dan basline (letak paling bawah dari sebuah huruf, biasanya membentuk garis) ke atas atau kebawah

Left Align
Pengukuran huruf yang memungkinkan sebuah tulisan dapat menjadi rata kiri

Center Align
Pengukuran huruf yang memungkinkan sebuah tulisan dapat menjadi rata tengah

Right Align
Pengukuran huruf yang memungkinkan sebuah tulisan dapat menjadi rata kanan

Justify
Pengukuran huruf yang memungkinkan sebuah tulisan dapat menjadi rata kiri dan kanan













0 komentar:
Posting Komentar